Pages

Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Wednesday, October 20, 2010

Polres Gunungkidul Perketat Pengawasan Pesisir Selatan



Kawasan pantai di Gunungkidul rawan transit imigran gelap. (Foto : Dedy EW)
WONOSARI (KRjogja.com) - Setelah berhasil menggagalkan pengiriman imigran gelap asal Afganistan dan Iran melalui Pantai Gesing, Girikarto, Panggang, Gunungkidul beberapa waktu lalu, Polres Gunungkidul semakin meperketat pengawasan. Kepolisian melakukan pengamanan dan pemblokiran kawasan pesisir selatan.
“Dari Pantai Purwosari, Panggang,Saptosari,Tanjungsari, Rongkop dan Girisubo ditempatkan petugas gabungan Polres dan Kodim 0730 untuk melakukan pengamanan agar kasus pengiriman imigran gelap tidak terulang,” kata Kapolres AKBP Asep Nalaludin didampingi Kabag Ops Kompol Beja WTP di Wonosari, Rabu (20/10).
Kapolres mengungkapkan, kebijakan melakukan pengamanan pantai bukan merupakan sikap berlebihan. Mengingat kawasan pantai Gunungkidul yang panujangnya kurang lebih sekitar 75 kilometer tersebut sebagian merupakan kawasan pelosok dan rentan dijadikan lokasi para calo melakukan kegiatan penyeberangan illegal bagi imigran gelap.Pengamanan ini sifatnya antisipatif agar tidak kecolongan lagi.
Hingga kini poilisi masih melakukan koordinasi dengan jajaran terkait. Bahkan Kodim 0730 juga sudah menerjunkan petugas Babinsa, sementara kepolisian juga mengoptimalkan petugas Babinkamtibmas.
“Formulai pengamanan dengan sistem buka dan tutup juga patroli terpadu melibatkan Satuan Polisi Air dan Udara Polda DIY. Kita berharap kasus pengiriman imigran gelap menuju Australia melalui Gunungkidul sudah yang terakhir kalinya. Saat ini calo yang berperan membantu para imigram sebanyak 5 tersangka berikut sebuah kapal pengangkut sudah kita amankan,” pungkasnya. (R-2)

Sumber : www.krjogja.com

Read more »

'Pertumbuhan ekonomi Gunungkidul harus sampai 7 persen'



20101021113453_EKONOMI_TUMBUH_ILUSTRASI.JPG
GUNUNGKIDUL: Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gunungkidul menginginkan pemerintah kabupaten (pemkab) menargetkan pertumbuhan perekonomian selama 5 tahun ke depan mencapai 5% sampai 7%.

Dengan capaian persentase tersebut, FPDIP meyakini pada tahun 2015 mendatang Gunungkidul bakal memiliki anggaran sebesar Rp1 triliun dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

"Masukkan target capaian pertumbuhan perekonomian itu dalam draft [raperda] RPJMD," ungkap juru bicara FPDIP, Warta, dalam paripurna pemandangan umum fraksi terhadap tiga raperda di ruang paripurna, Kamis (21/10) pagi tadi.

Menurut Warta, raperda RPJMD yang sedang dibahas dalam panitia khusus (pansus) di tingkat Dewan belum mencantumkan adanya pencapaian target pertumbuhan perekonomian sebesar 5%-7% itu.

Sementara dalam paripurna pemandangan umum fraksi terhadap tiga raperda tadi, Wakil Bupati Badingah menggantikan peran Bupati Gunungkidul Sumpeno memimpin eksekutif mengikuti paripurna.(Harian Jogja/Galih Eko Kurniawan)

sumber : www.harianjogja.com
Read more »

Bupati Gunungkidul lantik 202 pejabat baru



20101019140519_LOGO_GUNUNGKIDUL.JPG
GUNUNGKIDUL: Bupati Gunungkidul Sumpeno melantik 202 pejabat baru eselon II, III dan IV di lingkungan pemerintah kabupaten (pemkab) di Bangsal Sewokoprojo, siang tadi (19/10). Dalam pelantikan tersebut, terdapat tiga posisi staf ahli bupati yang di pemerintahan sebelumnya selalu kosong.

Sumpeno mengatakan para pejabat baru yang dilantik tersebut diminta untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) yang menduduki jabatan penting di lingkungan pemkab.

"Tunjukkan profesionalisme dan etos kerja yang tinggi untuk kepentingan rakyat. Tingkatkan persatuan sesama pejabat struktural untuk kemajuan pembangunan di Gunungkidul," ungkapnya saat memberi sambutan.

Seusai pelantikan, bupati beserta jajaran muspida memberi ucapan selamat pada para pejabat baru. Disela pemberian selamat, Sumpeno secara khusus membisiki para staf ahli.

"Hanya sekadar mengingatkan agar mereka membantu kerja bupati dengan baik," ungkapnya kepada Harian Jogja.(Harian Jogja/Galih Eko Kurniawan)


Sumber : www:harianjogja.com
Read more »

Ada Teroris di Selimut Cupu Kyai Panjala



Pembukaan selimut Cupu Kyai Panjala. Foto: Tulus DS
PANGGANG (KRjogja.com) - Pembukaan selimut Cupu Kyai Panjala disambut hujan yang sangat deras, meski demikian pengunjung prosesi pembukaan selimut Cupu Kyai Panjala tetap berdatangan untuk menyaksikan jalannya prosesi pembukaan Cupu. Ritual pembukaan cupu dilaksanakan pada tengah malam Selasa Kliwon (19 - 20/10) di rumah Dwijosumarto, ahli waris pemilik Cupu Kyai Panjala. Pengujung tampak berjubel memenuhi rumah yang digunakan prosesi tahunan ini.

Sedikitnya ada 60 lembar selimut yang ada gambarnya, selimut dibagian barat ada gambar pistol, dan gambar ini beberapa kali muncul, dilembar selimut berikutnya. Bahkan di selimut bagian tenggara ada gambar senjata laras panjang. Dengan adanya gambar Pistol dan senjata laras panjang, diprediksi tahun depan masih banyak terjadi demo dan tindakan kekerasan. Hal ini dibenarkan oleh Supriyanto (50) paranormal yang memprediksi kejadian kekerasan makin akan kerap terjadi.

Banyak juga ditemukan bercak darah, disemua bagian selimut. Kemungkinan banyak korban kekerasan akibat terjadinya demo. Ada gambar wayang Pendito Durno di selimut bagian selatan, diramalkan masil banyak orang yang memiliki karakter seperti Pendito Durno, suka mengadu domba. Sedang gambar wayang Semar mengenakan ikat pinggang menghadap ke barat. Diramalkan tokoh wayang Semar, adalah orang yang memiliki jiwa pengayom, melindungi orang yang bersih, sedang ikat pinggang digambarkan mengikat persatuan dan kesatuan.

Selimut dibagian Timurlaut ada gambar Celeng menghadap keselatan, celeng binatang yang merugikan, diramalkan masih banyak orang yang merusak hutan. Selimut dibagian baratlaut ada gambar anak kecil, kemudian ada Ayam Jago menghadap ke utara, ditemukan gambar angka delapan ditulis dengan darah, dibagian barat ada gambar telinga, bagian selatan ada gambar jari-jari 3. bagian timurlaut ada gambar angka 95, bagian selatan ada gambar tikus.

"sekarang memang banyak tikus dibagian selatan Kabupaten Gunungkidul." tambah Supriyanto.

Gambar teroris juga muncul di selimut bagian timur, ada kepala mengenakan topi dan berkaca mata, yang oleh pengunjung diprediksi kepala teroris. Dibagian timur ada gambar Singa menghadap keselatan, dibagian baratlaut ada gambar Buaya "menganga", dibagian timur ada gambar Gunung berapi, hati-hati akan ada gunung meletus, dibagian barat daya ada gambar kepala penuh luka, mungkin korban penganiayaan. Dibagian selatan ada kepala mengenakan pecis, diprediksi tahun depan calon haji akan semakin bertambah jumlahnya.

Prosesi pembukaan selimut Cupu Kyai Panjala, dipimpin oleh Dwijosumarto dibantu kerabat ahli waris, dan disaksikan utusan Abdi dalem Kraton, Dinas pariwisata DIY/Kabupaten Gunungkidul dan ratusan pengunjung. Seperti biasa sebelum dibuka selimutnya, posisi cupu masih dikamar (sentong). Kemudian ada hidangan  makan nasi gurih dan daging ayam, sambal kering tempe,kedelai dan srundeng. Hidangan ini dimakan satu piring untuk dua orang. Setiap prosesi pasti ada orang yang memberikan ucapan terima kasih, dan membawa ubarampe selamatan.

Menurut Dwijosumarto (ahli waris-red) tidak kurang dari 70 orang memberikan ucapan terima kasih yang disebut "Asung dhahar" sekaligus memberikan kain putih untuk selimut Cupu Kyai Panjolo. (Tulus.Ds)


 Sumber : www.krjogja.com
Read more »

Sunday, October 17, 2010

Kambing di Gunungkidul penyakitan



20101015164754_KAMBING_ILUSTRASI.JPG GUNUNGKIDUL: Dinas Peternakan Gunungkidul menegaskan bahwa kambing dari wilayah Gunungkidul banyak memiliki penyakit. Jadi untuk memilih hewan kurban perlu ketelitian dalam membeli kalau tidak bisa dengan memeriksakan di Puskeswan setempat.

Kepala Dinas Peternakan Gunungkidul Setiawan mengatakan kambing lebih banyak terserang penyakit dibandingkan ternak sapi. Tapi penyakitnya bisa segera di obati seperti yang seringkali ditemukan adalah penyakit kulit (scabies), diare maupun penyakit dalam mulut (orf).

"Penyakit seperti itu yang seringkali ditemui [pada kambing] tapi bisa di obati,” katanya saat ditemui Harian Jogja di kantor DPRD Gunungkidul, Jumat (15/10).

Populasi kambing di Gunungkidul sendiri pada tahun 2010 ini sebanyak 148.751 ekor atau 50 persennya dari total populasi yang ada di DIY yakni 308.353 ekor.

Melihat hal tersebut upaya yanduan atau lebih sering dikenal pemeriksaan setiap selapan (35 hari) sekali. Tapi pihaknya mengaku belum bisa memberikan pelayanan maksimal di seluruh kecamatan seiring keterbatasan sumber daya manusia.

Dari 18 kecamatan di Gunungkidul yang baru memiliki puskeswan baru 10 kecamatan. Sehingga pemeriksaan bagi warga kecamatan yang belum ada puskeswannya bisa dilakukan dengan memilih lokasi yang paling dekat. Saat ini yang belum memiliki puskeswan adalah Kecamatan Saptosari, Tanjungsari, Ngawen, Gedangsari, Girisubo, Purwosari, Ponjong, dan Paliyan.(Harian Jogja/Akhirul Anwar) 


Sumber : www.harianjogja.com
Read more »

FWG Siap Sukseskan Porwarda 2010



Wartawan Gunungkidul siap ikuti Porwarda. (Foto : Dedy EW)
WONOSARI (KRjogja.com) - Forum Wartawan Gunungkidul (FWG) siap mengikuti Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwarda) DIY yang akan berlangsung, Jumat (3/12) hingga, Minggu (5/12) mendatang. Persiapan pun jauh hari sudah dilakukan dengan membentuk kotingen pada tiap cabang olahraga.
Ketua Kontingen Porwarda Gunungkidul YB Agus Waluyo mengungkapkan, diharapkan nantinya FWG dapat mengirimkan tiap cabang pada pertandingan Porwarda. Anggota FWG kini sudah dibagi dan juga sudah dibentuk koordinator pada tiap cabang pertandingan.
“Persiapan juga dilakukan dengan latihan sebelum menjelang pertandingan. Seluruh anggota FWG siap berpartisipasi dalam cabang futsal, bola volley, sepak bola, tennis meja, bulu tangkis, atletik, tennis lapang, bridge, biliar dan catur,” katanya di Gunungkidul, Senin (18/10).
Ketua Forum Wartawan Gunungkidul, Endar Widodo SPd menambahkan, keikutsertaan wartawan Gunungkidul pada Porwarda mendatang diharapkan mampu memeriahkan pertandingan dan bisa meraih prestasi serta meningkatkan persaudaraan. Bidang olahraga juga cukup penting dalam mendukung kerja wartawan. “Kesempatan berpartisipasi dalam Porwarda 2010 akan diikuti seluruh anggota FWG,” katanya. (R-2)


Sumber : www.krjogja.com
Read more »

Monday, October 11, 2010

Ribuan difabel di Gunungkidul telantar



20101011171500_DIFABEL_ilustrasi.jpg
GUNUNGKIDUL: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul mengakui pemenuhan hak pada 10.460 difabel belum optimal meski sudah ada undang-undang dan peraturan pemerintah yang mengatur khusus tentang pemenuhan hak pada difabel.

Hal tersebut diungkapkan Asisten Sekretaris Daerah (Asekda) Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Patrem Murdiyanto, saat membacakan sambuan bupati dalam diskusi Membangun Perspektif Difabel untuk Pejabat Publik dan Tokoh Masyarakat di kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda), Senin (11/10).

Diskusi yang digelar Sarana Integrasi dan Advokasi Difabel (Sigab) bekerja sama dengan Maarif Institute Gunungkidul dan UCP Roda Untuk Kemanusiaan itu diikuti sekitar 20 pejabat publik dan tokoh masyarakat di Gunungkidul.

"Tanpa didukung pihak lain upaya pemenuhan hak pada difabel tidak akan optimal karena sampai saat ini kritik pada pemerintah terkait dengan peraturan yang belum berpihak pada difabel masih kerap muncul," ungkap Patrem.

Menurut dia, dari 10.460 difabel di Gunungkidul, Pemkab mencatat ada 1.267 difabel yang butuh perhatian lebih mengingat usia difabel tersebut berada pada masa perkembangan, yakni lima sampai 18 tahun.

Pemerintah pusat sampai kabupaten, imbuh Patrem, pada dasarnya sudah mengalokasikan anggaran dana untuk pemenuhan hak difabel, antara lain lewat program jaminan sosial, ekonomi produktif dan rehabilitasi sosial.(Harian Jogja/Galih Eko Kurniawan) 

Sumber : www.harianjogja.com
Read more »

Kementrian perindustrian pantau potensi Gunungkidul



20101012131128_GUNUNGKIDUL_KARST.jpg
GUNUNGUKIDUL: Tiga staff ahli dari Kementerian Perindustrian mengunjungi Gunungkidul untuk memantau potensi sumber daya alam (SDA) lokal yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Selasa (12/10) pagi tadi.

Salah seorang staf ahli, Kholil, mengatakan kunjungannya ke Gunungkidul tersebut merupakan kunjungan lanjutan dari kunjungan pertama yang dilakukan pada Agustus lalu. Pada kunjungan keduanya ini, kementerian perindustrian lebih memfokuskan pada peninjauan lokasi yang berpotensi dijadikan sentra industri.

"Dari penilaian kami [kementerian], Gunungkidul memiliki potensi industri batu. Lewat industri itu nantinya kami akan membuat program sentra industri batu untuk mengangkat kesejahteraan rakyat," ungkapnya seusai bertatap muka dengan Bupati Gunungkidul, Sumpeno.

Untuk menindaklanjuti pembahasan antara kementerian dan pemkab, Kholil mengungkapkan di akhir bulan ini kementerian akan mengundang pemkab untuk memaparkan rencana program industri batu dihadapan menteri perindustrian.(Harian Jogja/Galih Eko Kurniawan)
FOTO KAWASAN KARST GUNUNGKIDUL/ILUSTRASI


sumber : www.harianjogja.com
Read more »

Pemkab Bentuk Satgas Anti Traficking



Ilustrasi (Foto : Dok)
WONOSARI (KRjogja.com) - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan membentuk satuan tugas (satgas) pencegahan perdagangan orang (traficking) di ruang rapat IV, Selasa (12/10) sejalan dnegan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

"Terjadinya perdagangan orang karena kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, keterbatasan kesempatan kerja hingga lemahnya sistem administrasi yang berkedok peluang kerja," kata Kabid Pemberdayaan Perempuan Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana Gunungkidul  Elvita Dewi Wahid.

Karena itu, kata Elvita sesuai dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007, pemkab membentuk gugus tugas dan sub gugus tugas mulai tingkat kabupaten hingga kecamatan. Melalui satgas ini mampu mencegah terjadinya trafficking serta meningkatkan kapasitas gugus tugas dalam mengembangkan dan mengelola program penghapusan perdagangan perempuan dan anak.

Kabid Pendidikan Luas Sekolah Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olagraha Gunungkidul Suharto menjelaskan pencegahan tindak pidana perdagangan orang harus dilakukan sedinimungkin dengan perluasan, pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan, kualitas dan relevansi pendidikan. Selain itu, penyelenggaraan, kualitas dan kuantitas serta pengembangan kualitas tenaga pendidikan.

"Kebijakan yang diambil meliputi memperluas kesempatan pendidikan bagi semua anggota masyarakat, mempermudah system pendidikan, memberdayakan tenaga pendidik, pemantapan pengelola manajemen sekolah," tandasnya. (R-2)


Sumber : www.krjogja.com
Read more »

Polisi Ciduk 5 Pemeras Pengusaha



Dadang Iskandar (kanan) saat memberi keterangan di mapolres gunungkidul (Foto:Deddy EW)
WONOSARI (KRjogja.com) - Petugas Polres Gunungkidul mengamankan dua oknum wartawan dan tiga orang aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang melakukan aksi pemerasan terhadap pengusaha pertambangan batu kars PT Sugih Alam, Senin (11/10) malam.

Kapolres Gunungkidul AKBP Asep Nalaludin didampingi Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Widi Saputro  Selasa (12/10) menegaskan penangkapan sesuai laporan korban dan menggerebeknya di suatu rental mobil atau saat penyerahan uang,

Dari lima oknum, satu diantaranya  Bw (40) ditetapkan sebagai tersangka. Empat orang lainnya adalah Dad dan Ras (Koordinator LSM), Adb dan Gab  (oknum wartawan) masih dalam pemeriksaan intensif kepolisian.

"Kelimanya masih dan satu diantaranya adalah Bw  dalam status tersangka. Tersangka Bw ini adalah orang yang menerima uang dari korban sebesar Rp 3 juta dari total yang diminta Rp 5 juta," ujarnya.

Menurut keterangan saksi, Dadang Iskandar peristiwa bermula dari investigasi LSM dan oknum wartawan untuk mengecek eksplorasi batu kars. Sedangkan, izin eksploitasi pertambangan sudah habis kontraknya sejak tahun 2009 namun tetap beraktivitas dan tergolong ilegal.

"Saya tidak minta uang, justru  dari pelapor menawar dari Rp 1 juta sampai Rp 2 juta. Saya tidak menanggapi dan saat kejadian mereka datang di rumah Bw dengan membawa uang Rp 3 juta. Kami dibawa ke Polres karena bersama dua teman wartawan berada di lokasi," kilahnya. (R-2)


Sumber : www.krjogja.com
Read more »

Rumah Hancur di Gedangsari, Kerugian Rp 25 Juta



Warga bergotong-royong membangun rumah. (Foto : Dedy EW)
WONOSARI (KRjogja.com) - Masyarakat di Dusun Guyangan Lor, Mertelu, Gedangsari, Senin (11/10) bergotong-royong membangun rumah milik Sukijo (65) penduduk setempat yang hancur disapu angin puting beliung pada, Minggu (10/10) petang. Akibat angina puting beliung tiga rumah hancur serta dua kambing mati, kerugian mencapai kurang lebih Rp 25 juta.
“Saya berharap pemerintah kabupaten memberikan bantuan. Terutama bahan bangunan dan uang untuk kembali membangun rumah agar kembali utuh. Karena hanya tinggal kayu yang sudah rusak serta genteng hancur. Sementara saat ini tinggal di tenda yang dibangun oleh Tagana,” kata Sukijo.
Kepala Dusun Guyangan, Wijiyono menambahkan, di Dusun Guyangan dihuni sebanyak 120 KK. Dimana mereka menempati lokasi diperbukitan dan rawan terjadi bencana. Oleh karena itu, bila hujan turun, warga juga sudah diimbau untuk siaga agar siap bilamana musibah terjadi sewaktu-waktu.
Kepala Kesbangpolinmasbena Gunungkidul YD Nugroho BcHK di dampingi stafnya Wardi di lokasi bencana menyatakan, pemkab juga sudah memberikan bantuan berupa beras serta makanan. Mengingat kondisi korban serta kerugian maka akan diupayakan untuk memperoleh bantuan baik bahan bangunan maupun uang. “Memasuki musim penghujan ini masyarakat terutama warga yang bermukim di perbukitan, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya. (R-2)

Sumber : www.krjogja.com
Read more »

Gempa 3,9 SR kejutkan warga GK



20101011132559_GEMPA.JPG
GUNUNGKIDUL: Gempa berkekuatan 3,9 SR (Skala Richter) yang terjadi pada Senin (11/10) dinihari sempat mengejutkan warga Gunungkidul. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di 17 kilometer barat daya Kota Wonosari tepatnya di 8,09 Lintang Selatan-11,05 Bujur Timur pada pukul 03.05 WIB.

Seorang warga Panggang yang sempat ditemui Harian Jogja, Jajat, mengaku guncangan gempa hanya mengejutkan karena warga tidak mengalami kepanikan. "Hanya terkejut karena terjadinya cuma satu-dua detik," ungkap warga Desa Girisekar, Panggang, tersebut.

Dihubungi terpisah, Kepala BMKG Stasiun Geofisika DIY, Budi Waluyo, mengatakan gempa yang terjadi dinihari tadi termasuk gempa dangkal dan terjadi di darat. Karena itu, meski kekuatan gempa tergolong lemah, warga masih dapat merasakan.

Menurut dia, sebelum gempa terjadi pada Senin dinihari, BMKG sempat mencatat gempa berkekuatan 1,9 SR terjadi di 7,95 LS-110,45 BT tepatnya di 11,6 kilometer tenggara Bantul.

"Meski kedalamannya 10 kilometer, warga tidak dapat merasakan gempa itu karena kekuatannya lemah sekali," ungkap Budi.

Sementara, Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana (BKBP2MPB), YD Nugroho, mengatakan sampai saat ini tidak ada laporan kerusakan akibat gempa.

"Pantauan yang kami [BKBP2MPB] lakukan sampai siang hari ini tercatat tidak ada kerusakan. Warga hanya mengaku terkejut namun tidak sampai panik karena gempa berlangsung cepat," ungkapnya. (Harian Jogja/Galih Eko Kurniawan) 

sumber : www.harianjogja.com
Read more »

Sunday, October 10, 2010

10 Desa Budaya di Gunungkidul

Desa budaya di wilayah Gunungkidul terus dikembangkan sebagai destinasi kunjungan wisata. Dari total 32 desa budaya di DIY, 10 desa budaya berlokasi di Gunungkidul. Tiap desa budaya mempunyai keunggulan pelestarian seni budaya tradisional.
Menurut Kepala Seksi Pelestarian dan pengembangan Nilai-nilai Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunungkidul Restu Raharja, sebagian besar desa budaya itu belum dikenal masyarakat karena minim promosi. "Kami terus mencoba meningkatkan kemampuan sumber daya manusia pelaku adat," kata Restu, Rabu (6/10).
Sepuluh desa budaya di Gunungkidul itu ialah Desa Putat, Girisekar, Kemadang, Kepek, Semanu, Katongan, Semin, Bejiharjo, Jerukwudel, dan Giring. Desa Putat di Kecamatan Patuk, misalnya, menjadi sastra kerajinan pembuatan topeng kayu dan menyimpan kekayaan budaya tari topeng.
Saat ini terdapat lebih dari 200 perajin topeng kayu di Dusun Bobung, Desa Putat. Mayoritas parajin topeng kayu di sana telah merambah ekspor meskipun masih melalui pedagang perantara di kota besar, seperti Jakarta.
"Omzet kami bisa lebih dari Rp 100 juta per bulan," kata Sujiman, perajin topeng kayu di Dusun Bobung.
Wisatawan dari luar negeri, seperti Malaysia, China, dan beberapa negara Eropa, mulai berdatanganan menyaksikan proses pembuatan topeng kayu di Bobung. Meskipun masih sederhana, warga mulai menyediakan kamar sebagai tempat peristirahatan bagi wisatawan yang ingin menginap.
Adapun desa budaya lain cenderung belum dikenal wisatawan asing maupun lokal. Mereka lebih mengenal potensi desa wisata di Sleman atau Bantul.
"Jangankan wisatawan umum, banyak dari pejabat Gunungkidul yang justru belum mengetahui tentang desa budaya ini," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan pariwisata Gunungkidul Sudodo.
Menurut Restu, desa budaya di Gunungkidul mulai dikembangkan sejak 1995. Untuk mendongkrak minat warga berkunjung ke desa budaya, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berencana menggelar festival desa budaya.
Beberapa upaya pemerintah untuk mendongkrak minat berkesenian masyarakat adalah memberikan bantuan peralatan seni, seperti gamelan dan pakaian pementasan ketoprak. "Saat ini memang masih dalam tahap rintisan agar bisa dikenal masyarakat," ujar Restu. (WKM)_Kompas
 
 
Sumber : www.gunungkidulkab.go.id 
Read more »

Cuaca Buruk, Nelayan Gunungkidul Batal Melaut



Ilustrasi. (Foto : Dok)
GUNUNGKIDUL (KRjogja.com) - Puluhan kapal nelayan Pantai Wedi Ombo dan Pantai Sadeng, Kabupaten Gunungkidul batal melaut karena ketinggian gelombang mencapai tiga meter lebih. Gelombang laut sempat menyebabkan satu kapal dari nelayan pantai Sadeng mengalami kerusakan dan kembali menepi tanpa membawa hasil tangkapan.
"Nelayan pantai Wedi Ombo yang memiliki sebanyak delapan kapal tidak berani melaut karena ketinggian gelombang laut mencapai tiga meter lebih," kata Koordinator SAR Pantai Sadeng, Subowo, Sabtu (9/10).
Sementara itu, Petugas TPI Pantai Sadeng, Paito, mengatakan nelayan yang berangkat melaut ada sebanyak 10 kapal, dua kapal di antaranya terpaksa kembali ke pantai karena mengalami kerusakan diterjang ombak. "Dua kapal tidak jadi melaut dan kembali mendarat karena ada kerusakan yang disebabkan tingginya gelombang serta kencangnya tiupan angin," katanya.
Dia mengatakan nelayan yang telah berangkat satu pekan yang lalu dan mendarat pada hari ini baru ada empat kapal namun yang membawa hasil hanya satu kapal. "Nelayan mengeluhkan arus laut yang tidak menentu sehingga bepengaruh pada jumlah tangkapan ikan, bahkan tadi ada empat kapal yang menepi namun yang membawa ikan hanya satu kapal," terangnya.
Dia mengatakan dengan adanya kapal yang tidak jadi melaut mengakibatkan persediaan ikan di TPI Sadeng menipis. "Stok ikan di TPI Sadeng saat ini hanya tersisa satu ton dan diperkirakan hanya cukup untuk dua hari kedepan padahal sebagian nelayan yang melaut baru akan datang tujuh hari mendatang,"katanya.
Menurut dia tangkapan nelayan sejak bulan Ramadhan selalu mengalami penurunan karena adanya perubahan cuaca yang berdampak pada musim angin timur tidak segera berakhir. "Satu kapal paling banyak hanya membawa hasil tangkapan paling banyak 2,5 kwintal padahal sebelumnya bisa mencapai lima kwintal sampai satu ton," lanjutnya. (Ant/Van)

Sumber : www.krjogja.com
Read more »

Friday, October 8, 2010

Perajin Topeng Bobung Terkendala Pengeringan



Proses pembuatan kerajinan topeng
WONOSARI (KRjogja.com) - Memasuki musim penghujan, para perajin topeng di Bobung, Putat, Patuk Gunungkidul mengeluhkan lamanya proses pengeringan. Selain itu, bahan baku kayu pule juga mesti didatangkan dari luar daerah. “Jika sebelumnya pengeringan bisa cepat, kini harus menunggu beberapa hari. Sehingga otomatis untuk jadwal layanan pesanan juga mesti disesuaikan, agar bisa selesai dan dikirim ke pembeli dengan tepat,” kata salah seorang perajin Slamet Riyadi, Sabtu (9/10).

Diungkapkan, pemasaran hingga saat ini masih terus berjalan. Bahkan selain pengiriman ke beberapa kota besar di Indonesia juga sudah menembus pangsa Internasional seperti ke Amerika. Pada menjelang Natal ini banyak pesanan pernak-pernik hiasan dari kayu ke Amerika, nilainya mencapai kurang lebih Rp 35 juta.

Berbagai bentuk kerajinan mampu dihasilkan, mulai dari topeng, miniature hewan, patung serta miniatur alat fungsional. Harganyapun bervarasi mulai ribuan hingga jutaan rupiah. Menurut Slamet, pesanan kerajinan sampai saat ini terus berjalan, sehingga mampu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Bobung.

Kemiran yang juga perajin menambahkan, perajin juga masih memiliki kendala untuk bahan baku kayu pule. Karena mesti mendatangkan dari luar daerah seperti Jawa Timur. Perajin terkendala sebab bibit kayu pule yang ditanam baru bisa dipergunakan sebagai bahan baku setelah 20 tahun kemudian. “Oleh karena itu perajin kini mesti mengambil bahan baku dari luar,” ujarnya. (R-2)

Sumber : www.krjogja.com
Read more »

UNESCO: Gunungkidul Layak Jadi Geopark



Metrotvnews.com, Gunungkidul: Sejumlah ahli geologi menilai Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, layak diajukan menjadi taman bumi warisan dunia alias geopark. Demikian poin kunjungan perwakilan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pendidikan dan ilmu pengetahuan (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/ UNESCO) dan ahli dari Universitas Pembangunan Nasional, di Gunungkidul, Jumat (8/10).

Menurut geolog, sejumlah kawasan di Gunungkidul seperti Gunung Api Purba Langgeran dan karst Gunung Sewu, sangat layak dijadikan geopark. Adapun Langgeran konon merupakan bekas gunung api purba 25 juta tahun silam. Keindahan dan keasrian alam kawasan Langgeran pun masih sangat terjaga.

Perwakilan UNESCO terkesan dengan Langgeran. Menurut mereka, kawasan itu menyimpan ptensi besar sebagai kawasan wisata sekaligus konservasi. Peneliti UNESCO mengaku melihat kawasan Gunungkidul sekaligus untuk membandingkannya dengan Geopark Langkawi di Malaysia. (Erwin Hidayat/*****)

Sumber  : www.metrotvnews.com
Read more »

Guru SD gantung diri di pohon jati


20101007155123_gantung_diri_ilustrasi.jpg
GUNUNGKIDUL: Seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Dusun Klepu Desa Giripanggung Kecamatan Tepus ditemukan tewas gantung diri di sebuah pohon jati.Diduga korban mengakhiri hidupnya karena stres yang dilatarbelakangi permasalahan hutang piutang. Diketahui korban bernama Ngadiman, 50, warga asli dari Sokolitu Pati Jawa Tengah. 

Informasi yang dihimpun menyebutkan kejadian tersebut berlangsung pada Rabu (6/10) pagi. Seorang tetangga korban, Wasono, 50 berjalan melintasi depan rumah korban sekitar pukul 06.00 WIB. Sampai di sebuah lading saksi melihat ada seseorang menggantung di sebuah pohon jati dengan seutas tali plastik.

Merasa curiga saksi mendekati lokasi gantung diri untuk memastikan yang bersangkutan warga setempat. Setelah dicek ternyata benar korban adalah seorang guru yang tinggal tidak jauh dari ladang tersebut.

Tidak lama kemudian warga yang mendengar kejadian tersebut langsung mendatangi lokasi. Karena waktunya masih pagi lokasi kejadian dipenuhi warga yang kebetulan melintas untuk berangkat kerja dan sekolah.

Polisi dari Polsek Tepus yang mendapat laporan bersama petugas puskesmas mengecek korban untuk memastikan korban tewas karena gantung diri. Tidak ada tanda penganiayaan, diperkirakan korban melakukan aksinya saat langit masih gelap. Hal itu terlihat dari tubuh korban yang mulai kaku.(Harian Jogja/Akhirul Anwar)
Sumber : www.harianjogja.com
Read more »

Kepsek di Gunungkidul Dilarang Angkat GTT



GUNUNGKIDUL (KRjogja.com) - Bupati Gunungkidul, Sumpeno Putro menyerukan kepada Kepala Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul untuk tidak menambah guru tidak tetap (GTT). Menurutnya, hal tersebut hanya akan menimbulkan polemik.
"Kepala Sekolah jangan mengangkat lagi guru tidak tetap (GTT), karena akan jadi polemik. Keberadaan GTT akan jadi bom waktu di kemudian hari. Kalau orang lapar apa pun bisa dilakukan dan terjadi," katanya di Wonosari, Jumat (8/10).
Ia mengatakan kepala sekolah yang mengalami kendala terkait dengan tenaga pendidik untuk dapat menyampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, atau langsung menghubungi bupati melalui SMS di nomer pribadi.
"Kepala sekolah kalau ada kendala agar dikomunikasikan kepada saya, tidak perlu takut untuk menghubungi bupati dan saya berharap akan terbangun komunikasi yang baik dengan saya, sehingga ketika ada permasalahan dapat segera diselesaikan," katanya.
Menurut dia, keberadaan GTT membuat Pemkab Gunung Kidul menjadi dilematis dalam memperjuangkan nasib kesejahteraannya. "Permasalahan GTT sangat dilemastis bagaimana memperjuangkannya, karena saat ini jumlahnya hampir 3.000 orang," katanya.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Gunung Kidul Kasiyo mengatakan saat ini sedang melakukan pendataan GTT sesuai dengan surat edaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birkrasi (Kemnpan dan RB) nomor 5 Tahun 2010.
"GTT yang sesuai dengan kriteria dalam surat edaran Kemenpan dan RB Nomor 5 Tahun 2010 untuk kategori II saat ini sedang dilakukan pendataan," katanya.
Ia mengatakan pendataan GTT juga berlaku bagi yang diangkat dengan surat keputusan kepala sekolah. "GTT dengan SK Kepala Sekolah juga sah dan tidak ada masalah untuk dilakukan pendataan karena mereka juga mendapatkan honor dari BOS yang berasal dari pemerintah," katanya. (An/Van)

Sumber : www.krjogja.com
Read more »

Wednesday, October 6, 2010

RUUK DIY pasti selesai


20101005193953_RUUK_ILUSTRASI_2.JPG
GUNUNGKIDUL: Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X yakin Rancangan Undang-undang Keistimewaan (RUUK) DIY akan selesai sebelum masa habis perpanjangan Gubernur pada Oktober 2011 mendatang. "Saya yakin pasti selesai,” katannya di Wonosari, Gunungkidul. 

Saat ini, menurut Sultan dialog terus dilakukan hanya saja kendala draf tambahan yang disampaikan kepada pemerintah pusat belum disampaikan ke DPR RI. 

Dengan begitu DPR RI belum bisa bergerak untuk melanjutkan RUUK yang berulangkali dibahas, Sultan juga tidak tau alasannya.

Disinggung akan memilih referendum atau tidak, Sultan belum bisa memastikan karena itu semua keputusan pemerintah pusat. “

"Tanya sama rakyat sendiri, tergantung pemerintah pusat,” imbuhnya.(Harian Jogja/Akhirul Anwar)


Sumber : www.krjogja.com
Read more »

Gunungkidul luncurkan pembuatan KTP 45 menit


20101006145842_foto_peluncuran_ktp_gk.jpg
GUNUNGKIDUL: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul meluncurkan pelayanan KTP dan KK selesai dalam waktu 45 menit di delapan kecamatan. Peluncuran dilakukan oleh Bupati Gunungkidul Sumpeno di Balai Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul Selasa (6/10) pagi tadi.

Delapan kecamatan yang sudah menerapkan layanan KTP dan KK 45 menit adalah Panggang, Purwosari, Semanu, Tepus, Gedangsari, Ponjong, Karangmojo dan Semin.

Sumpeno dalam sambutannya mengatakan percepatan layanan pembuatan KTP dan KK merupakan program utama dari pemkab dalam memerbaiki kinerja pelayanan pemerintah terhadap masyarakat.

"Dan pembuatan dokumen kependudukan memang perlu diperbaiki pelayanannya, salah satunya lewat program 45 menit ini, agar masyarakat tidak lagi mengeluhkan pelayanan pemerintah terhadap warga yang mencari KTP," ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Tommy Harahap, mengatakan untuk sepuluh kecamatan lainnya di Gunungkidul ditargetkan bakal menerapkan program 45 menit pada awal Desember mendatang.

"Sepuluh kecamatan itu belum kami launching karena masih perlu dievaluasi selama satu-dua bulan ini. Yang dievaluasi antara lain sumber daya manusia dan jumlah warga pencari KTP-KK," ungkapnya. (Harian Jogja/Galih Eko Kurniawan)


Sumber : www.harianjogja.com
Read more »

Share