Pages

Showing posts with label Pariwisata. Show all posts
Showing posts with label Pariwisata. Show all posts

Wednesday, October 20, 2010

Ada Teroris di Selimut Cupu Kyai Panjala



Pembukaan selimut Cupu Kyai Panjala. Foto: Tulus DS
PANGGANG (KRjogja.com) - Pembukaan selimut Cupu Kyai Panjala disambut hujan yang sangat deras, meski demikian pengunjung prosesi pembukaan selimut Cupu Kyai Panjala tetap berdatangan untuk menyaksikan jalannya prosesi pembukaan Cupu. Ritual pembukaan cupu dilaksanakan pada tengah malam Selasa Kliwon (19 - 20/10) di rumah Dwijosumarto, ahli waris pemilik Cupu Kyai Panjala. Pengujung tampak berjubel memenuhi rumah yang digunakan prosesi tahunan ini.

Sedikitnya ada 60 lembar selimut yang ada gambarnya, selimut dibagian barat ada gambar pistol, dan gambar ini beberapa kali muncul, dilembar selimut berikutnya. Bahkan di selimut bagian tenggara ada gambar senjata laras panjang. Dengan adanya gambar Pistol dan senjata laras panjang, diprediksi tahun depan masih banyak terjadi demo dan tindakan kekerasan. Hal ini dibenarkan oleh Supriyanto (50) paranormal yang memprediksi kejadian kekerasan makin akan kerap terjadi.

Banyak juga ditemukan bercak darah, disemua bagian selimut. Kemungkinan banyak korban kekerasan akibat terjadinya demo. Ada gambar wayang Pendito Durno di selimut bagian selatan, diramalkan masil banyak orang yang memiliki karakter seperti Pendito Durno, suka mengadu domba. Sedang gambar wayang Semar mengenakan ikat pinggang menghadap ke barat. Diramalkan tokoh wayang Semar, adalah orang yang memiliki jiwa pengayom, melindungi orang yang bersih, sedang ikat pinggang digambarkan mengikat persatuan dan kesatuan.

Selimut dibagian Timurlaut ada gambar Celeng menghadap keselatan, celeng binatang yang merugikan, diramalkan masih banyak orang yang merusak hutan. Selimut dibagian baratlaut ada gambar anak kecil, kemudian ada Ayam Jago menghadap ke utara, ditemukan gambar angka delapan ditulis dengan darah, dibagian barat ada gambar telinga, bagian selatan ada gambar jari-jari 3. bagian timurlaut ada gambar angka 95, bagian selatan ada gambar tikus.

"sekarang memang banyak tikus dibagian selatan Kabupaten Gunungkidul." tambah Supriyanto.

Gambar teroris juga muncul di selimut bagian timur, ada kepala mengenakan topi dan berkaca mata, yang oleh pengunjung diprediksi kepala teroris. Dibagian timur ada gambar Singa menghadap keselatan, dibagian baratlaut ada gambar Buaya "menganga", dibagian timur ada gambar Gunung berapi, hati-hati akan ada gunung meletus, dibagian barat daya ada gambar kepala penuh luka, mungkin korban penganiayaan. Dibagian selatan ada kepala mengenakan pecis, diprediksi tahun depan calon haji akan semakin bertambah jumlahnya.

Prosesi pembukaan selimut Cupu Kyai Panjala, dipimpin oleh Dwijosumarto dibantu kerabat ahli waris, dan disaksikan utusan Abdi dalem Kraton, Dinas pariwisata DIY/Kabupaten Gunungkidul dan ratusan pengunjung. Seperti biasa sebelum dibuka selimutnya, posisi cupu masih dikamar (sentong). Kemudian ada hidangan  makan nasi gurih dan daging ayam, sambal kering tempe,kedelai dan srundeng. Hidangan ini dimakan satu piring untuk dua orang. Setiap prosesi pasti ada orang yang memberikan ucapan terima kasih, dan membawa ubarampe selamatan.

Menurut Dwijosumarto (ahli waris-red) tidak kurang dari 70 orang memberikan ucapan terima kasih yang disebut "Asung dhahar" sekaligus memberikan kain putih untuk selimut Cupu Kyai Panjolo. (Tulus.Ds)


 Sumber : www.krjogja.com
Read more »

Sunday, October 10, 2010

10 Desa Budaya di Gunungkidul

Desa budaya di wilayah Gunungkidul terus dikembangkan sebagai destinasi kunjungan wisata. Dari total 32 desa budaya di DIY, 10 desa budaya berlokasi di Gunungkidul. Tiap desa budaya mempunyai keunggulan pelestarian seni budaya tradisional.
Menurut Kepala Seksi Pelestarian dan pengembangan Nilai-nilai Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunungkidul Restu Raharja, sebagian besar desa budaya itu belum dikenal masyarakat karena minim promosi. "Kami terus mencoba meningkatkan kemampuan sumber daya manusia pelaku adat," kata Restu, Rabu (6/10).
Sepuluh desa budaya di Gunungkidul itu ialah Desa Putat, Girisekar, Kemadang, Kepek, Semanu, Katongan, Semin, Bejiharjo, Jerukwudel, dan Giring. Desa Putat di Kecamatan Patuk, misalnya, menjadi sastra kerajinan pembuatan topeng kayu dan menyimpan kekayaan budaya tari topeng.
Saat ini terdapat lebih dari 200 perajin topeng kayu di Dusun Bobung, Desa Putat. Mayoritas parajin topeng kayu di sana telah merambah ekspor meskipun masih melalui pedagang perantara di kota besar, seperti Jakarta.
"Omzet kami bisa lebih dari Rp 100 juta per bulan," kata Sujiman, perajin topeng kayu di Dusun Bobung.
Wisatawan dari luar negeri, seperti Malaysia, China, dan beberapa negara Eropa, mulai berdatanganan menyaksikan proses pembuatan topeng kayu di Bobung. Meskipun masih sederhana, warga mulai menyediakan kamar sebagai tempat peristirahatan bagi wisatawan yang ingin menginap.
Adapun desa budaya lain cenderung belum dikenal wisatawan asing maupun lokal. Mereka lebih mengenal potensi desa wisata di Sleman atau Bantul.
"Jangankan wisatawan umum, banyak dari pejabat Gunungkidul yang justru belum mengetahui tentang desa budaya ini," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan pariwisata Gunungkidul Sudodo.
Menurut Restu, desa budaya di Gunungkidul mulai dikembangkan sejak 1995. Untuk mendongkrak minat warga berkunjung ke desa budaya, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berencana menggelar festival desa budaya.
Beberapa upaya pemerintah untuk mendongkrak minat berkesenian masyarakat adalah memberikan bantuan peralatan seni, seperti gamelan dan pakaian pementasan ketoprak. "Saat ini memang masih dalam tahap rintisan agar bisa dikenal masyarakat," ujar Restu. (WKM)_Kompas
 
 
Sumber : www.gunungkidulkab.go.id 
Read more »

Friday, October 8, 2010

UNESCO: Gunungkidul Layak Jadi Geopark



Metrotvnews.com, Gunungkidul: Sejumlah ahli geologi menilai Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, layak diajukan menjadi taman bumi warisan dunia alias geopark. Demikian poin kunjungan perwakilan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pendidikan dan ilmu pengetahuan (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/ UNESCO) dan ahli dari Universitas Pembangunan Nasional, di Gunungkidul, Jumat (8/10).

Menurut geolog, sejumlah kawasan di Gunungkidul seperti Gunung Api Purba Langgeran dan karst Gunung Sewu, sangat layak dijadikan geopark. Adapun Langgeran konon merupakan bekas gunung api purba 25 juta tahun silam. Keindahan dan keasrian alam kawasan Langgeran pun masih sangat terjaga.

Perwakilan UNESCO terkesan dengan Langgeran. Menurut mereka, kawasan itu menyimpan ptensi besar sebagai kawasan wisata sekaligus konservasi. Peneliti UNESCO mengaku melihat kawasan Gunungkidul sekaligus untuk membandingkannya dengan Geopark Langkawi di Malaysia. (Erwin Hidayat/*****)

Sumber  : www.metrotvnews.com
Read more »

Wednesday, September 22, 2010

Survei Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran

Serasa tidak percaya ketika mendengar pegunungan seribu di Gunungkidul yang merupakan pegunungan karst dulunya merupakan sebuah gunung berapi purba raksasa yang menyatu dengan Gunung Merapi yang berada di sebelah utara kota Yogyakarta.
Gunung Nglanggeran terletak di desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk kabupaten Gunungkidul. Berada dikawasan Baturagung di bagian utara Kabupaten Gunungkidul dengan ketinggian antara 200-700 mdpl.
Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran
Kami tidak menyangka kalau lokasi obyek wisata ini yang sekarang sudah dibuka menjadi kawasan ekowisata berada tidak jauh dari Bukit Patuk Gunungkidul. Cukup disayangkan papan penunjuk arah menuju obyek wisata ini terlalu kecil sehingga banyak wisatawan tidak tahu kalau di dekat Bukit Patuk terdapat obyek wisata yang cukup menarik.
Kata Nglanggeran berasal dari kata planggaran yang bermakna setiap perilaku jahat pasti ketahuan. Ada juga yang mengatakan berasal dari kata langgeng.
Memasuki kawasan wisata ekologi Nglanggeran ini, suasana tampak sepi. Menurut penduduk sekitar, keramaian di obyek wisata ini biasanya pada waktu ada kirab budaya atau pawai dan kegiatan outbound yang diadakan oleh organisasi atau instansi.
Ekowisata Nglanggeran ini menyimpan pesona dan cerita misteri yang menyelimutinya. Hampir sama dengan mitos yang terjadi di daerah lain, Gunung Nglanggeran dijaga oleh tokoh pewayangan, Punakawan dan Kyai Ongkowijoyo. Di beberapa tempat di kawasan ekowisata ini kerap dijumpai sesaji dan ritual.
Akhirnya kami mencoba memasuki area obyek wisata yang gerbang masuknya merupakan sebuah pendapa yang dinamai pendapa Joglo Kalisong. Kami memilih rute ke kanan menuju ke dinding tebing batu yang menjulang tinggi. Dari puncak tebing muncul percikan air sebagian mengalir di dinding batu, sangat indah untuk dilihat. Di sampingnya terdapat lokasi untuk panjang tebing.
Kemudian kami mengambil jalan ke kiri dari pintu masuk untuk menaiki sebuah bukit batuan yang paling rendah untuk berfoto bersama dan tidak jadi mendaki sampai puncak gunung karena waktu tidak memungkinkan dan cuaca sedang kurang bagus. Kami berharap dilain waktu bisa menikmati pemandangan alam dari puncak gunung Nglanggeran.

Sumber : www.teamtouring.net
Read more »

Peta Pariwisata Gunungkidul

Read more »

Tuesday, September 21, 2010

Daftar Alamat Bis-bis Di Gunungkidul

1. PO. MAJU LANCAR
Alamat             : Siyono, Playen, Telp 391543,391223
2. PO. BIROWO
Alamat             : Ringinsari, Wonosari, Telp 391232,391412
3. PO. PULUNGSARI
Alamat             : Ringinsari, Wonosari, Telp 391719
4. PO. RAWIT MULYO
Alamat             : Jl. Tentara Pelajar 57, Telp 391674
5. PO. DJANGKAR BUMI
Alamat             : Jl. Sumarwi, Telp 391055
6. PO. JAYA SEHATI
Alamat             : Jl. Sumarwi, Telp 391719
7. PO. BAKMI JAWA
Alamat             : Mijahan, Semanu

Sumber : www.pariwisata.gunungkidulkab.go.id
Read more »

Daftar Restoran Di gunungkidul



Menu di Warung Jirak Kecamatan Semanu


No Rumah makan Menu Spesial Alamat
1 Kondang Rasa Ayam Goreng Jl. Agus Salim, Wonosari, 391364
2 Warung Jirak Nasi Merah Semanu
3 Bantarsari Ayam Goreng Jl. Agus Salim,Wonosari
4 Simpang Raya Masakan Padang Jl. Sumarwi, Wonosari
5 Lacho-Lacho Sop,Tengkleng Jl. Agus Salim, Wonosari
6 Dua Putri Ayam Goreng Jl. Agus Salim, Wonosari, 7406429
7 Tanti Ayam Goreng Jl. Sugiyo Pranoto, Wonosari, 391805
8 Among Raos Ayam Goreng Jl. Sugiyo Pranoto, Wonosari, 393370
9 Pendowo Ayam Goreng Jl. Agus Salim, Wonosari, 391546
10 Pak Parman Ayam Goreng Jl. Agus Salim, Wonosari, dan
Jl. Jogja-Wonosari, Playen
11 Tuah Saiyo Masakan Padang Jl. Agus Salim, Wonosari
12 Langgeng Timur Masakan Padang Jl. Karangmojo, Wonosari
13 Pak Turut Sate Kambing Jl.Ksatrian dan Jl.Agus Salim,
Wonosari, dan Jl.Karangmojo
14 Nongko Doyong Sate Kambing Jl.Jogja, Playen, 392029
15 Babad Asmari Soto Babad Jl.Jogja,Playen
16 Mbah Noto Soto ayam Jl.Jogja,Playen
17 Tan Proyek Soto ayam Jl.Jogja,Playen
18 Cemoro Jajar Sate Kambing Ponjong
19 Bakmi Jawa Bakmi Semanu
20 Pondok Chinesefood
& Seafood
Chinesefood Sea food Jl.Veteran 6,Wonosari
21 Bundo Suko Menanti Masakan Padang Jl. Agus Salim, Wonosari, 393037
22 Kawasan Pantai Baron Sea Food Pantai Baron
 
Sumber : www.pariwisata.gunungkidulkab.go.id
Read more »

Melacak Manusia Purba Gunung Kidul



Mawar Kusuma
KOMPAS.com - Sejak 700 ribu tahun lalu Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta, telah menjadi kompleks hunian manusia purba. Mereka tinggal di ceruk dan goa di wilayah perbukitan karst ketika mayoritas daerah lain di DIY masih tergenang air.
Akhir Agustus lalu Kompas menyusuri ceruk dan goa yang di dalamnya pernah ditemukan bukti hunian manusia prasejarah dengan berbekal data Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala DI Yogyakarta.
Artefak tulang dan batu dengan mudah ditemui. Butuh perjuangan lebih keras menemukan lokasi goa dan ceruk yang umumnya terletak di tengah ladang pertanian tadah hujan atau hutan jati.
Apalagi tak ada petunjuk ceruk maupun goa tersebut sisa peninggalan zaman prasejarah. Dengan berpedoman alamat berupa nama dusun dari hunian prasejarah, kami mengunjungi sebagian dari ratusan bekas hunian makhluk prasejarah di Gunung Kidul.
Kami mengandalkan petunjuk warga yang masih mencari hijauan makanan ternak di antara tanaman jati yang meranggas pada musim kemarau. Warga desa umumnya mengenali nama ceruk-ceruk tersebut, tetapi jarang mengetahui sejarah ceruk.
Di perbatasan antara Kabupaten Gunung Kidul dan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, seperti di Kecamatan Ponjong, kami menemukan beberapa ceruk yang pernah dihuni manusia purba. Ceruk atau goa payung itu memiliki sirkulasi udara yang baik, memperoleh cahaya matahari, dan dekat dengan sumber air berupa telaga atau sungai bawah tanah.
Song Bentar
Berada di mulut sebuah ceruk di Dusun Bentar, Desa Kenteng, Kecamatan Ponjong, yang dinamai Song Bentar, keteduhan segera menelusup. Terik matahari tengah hari seperti diusir jauh oleh bayang-bayang ceruk. Stalaktit batu kapur putih mengilap bergelantungan di atap ceruk.
Song Bentar terletak di pucuk bukit karst. Hanya butuh lima menit berjalan kaki mendaki untuk mencapainya. Dari bawah bukit, ceruk itu terlihat seperti mulut naga yang menganga lebar. Pepohonan jati di depan ceruk menyamarkan bentuk utuh Song Bentar bila dilihat dari kaki bukit karst.
Warga sekitar, seperti Sagiyo dan Tumiyem, yang bermukim tepat di bawah Song Bentar, mengaku sama sekali tidak tahu menahu ceruk tersebut pernah menjadi hunian manusia purba sampai mereka dilibatkan dalam penggalian oleh para arkeolog. Sagiyo mengaku ikut membantu pengangkatan beberapa rangka manusia purba yang tubuhnya relatif utuh.
Menurut data Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala DIY, di Song Bentar terdapat fragmen tengkorak dan tulang manusia purba Homo sapiens. Setidaknya ada delapan individu, terdiri dari lima dewasa, dua anak-anak, dan satu bayi. Beberapa alat batu, seperti batu giling, beliung persegi, dan mata panah pun banyak dijumpai di lokasi ini.
Sekitar 2 kilometer dari Song Bentar, yaitu di Dusun Kanigoro, Desa Tambakromo, Kecamatan Ponjong, terdapat hunian manusia purba lain, yaitu Song Blendrong. Ceruk ini menyerupai Song Bentar, tetapi jauh dari perkampungan penduduk dengan jalan beraspal yang masih bisa dilewati kendaraan roda dua atau roda empat.
Song Blendrong juga kaya dengan artefak peninggalan manusia purba. Di Song Blendrong kami dikejutkan banyaknya tulang yang kemungkinan berasal dari manusia purba beserta peralatan dari batu, tanduk, maupun serut dari kerang berserakan di lantai ceruk.
Lantai Song Blendrong telah banyak digali untuk diambil kandungan fosfatnya sehingga artefak itu bermunculan ke permukaan. Para petani di sekitar mulut goa baru percaya setelah melihat sendiri tulang yang di berada sana.
Ceruk di Song Bentar sebenarnya juga pernah ditambang, tetapi penambangan fosfat tersebut berhenti setelah kandungan fosfat menyusut.
Keindahan ceruk dan goa prasejarah di Gunung Kidul ini memang terancam lenyap karena aktivitas pertambangan yang tidak terkendali. Apalagi goa dan ceruk prasejarah ini terletak di ladang milik penduduk setempat. Padahal, kehadiran ceruk dan goa dalam kealamiannya dapat memberikan gambaran kemampuan nenek moyang kita bertahan hidup dengan menyiasati alam.
Kami juga mengunjungi Goa Seropan di Dusun Semuluh, Desa Gombang, Kecamatan Semanu. Goa dengan aliran sungai bawah tanah itu hanya bisa ditelusuri menggunakan senter dan belum pernah diteliti para arkeolog, tetapi juga kaya dengan tulang purba.
Bersama rekan-rekan penelusur goa dari Acintyacunyata Speleological Club, kami menyusuri lorong baru di Goa Seropan yang sebelumnya tertutup lumpur. Lorong di kedalaman 60 meter dari permukaan tanah ini tiba-tiba muncul setelah banjir besar di sungai bawah tanah tahun lalu.
Seperti di bebatuan tepian aliran sungai bawah tanah pada lorong lama yang kaya cetakan tulang purba, lorong baru ini pun menyingkap potongan tulang kaki, gigi, dan rusuk mamalia yang belum diketahui jenisnya karena belum pernah diteliti.

sumber : www.kompas.com
Read more »

Desa-Desa Wisata Di Gunung Kidul


 
1.DUSUN BOBUNG , PUTAT, KECAMATAN PATUK

Hampir semua masyarakatnya mata pencahariannya pokoknya adalah menjadi perajin Topeng Kayu dan kerajinan batik kayu lainnya. Bobung juga sangat mudah dijangkau sarana lalulintas yang ada termasuk bus wisata. Wilayah Bobung Desa Putat, Kecamatan Patuk jaraknya hanya 10 KM arah timur kota Wonosari atau 30 KM arah timur kota Yogyakarta. Untuk menuju desa wisata ini juga tidak terlalu sulit , selain lokasi menuju desa ini sudah beraspal mulus juga dilalui angkutan umum . selain itu juga para wisatawan juga dapat menikmati udara segar lereng bukit pedesaan diantaranya tracking di Bukit Nglanggeran.

2. DUSUN GAROTAN, BENDUNG, KECAMATAN SEMANU

Terletak 25 KM utara dari kota wonosari atau 60 KM ke arah Timur dari Yogyakarta . Mudah dijangkau karena jalan menuju lokasi ini sudah beraspal dan kondisi lingkungan dengan rimbunnya pepohonan dan udara segar.Dusun Garotan terkenal dengan kerajinan khasnya berupa cor besi dalam bentuk lampu antik , kursi taman dan lain -lain . Suasana pedesaaan yang alami memungkingkan wisatawan untuk ikut merasakan kehidupan dipedasaan dengan ikut bercocok tanam , gotong royong dan lain -lain . 

3. DUSUN MOJO, DESA NGEPOSARI, KECAMATAN SEMANU
Merupakan sentra pengrajin batu putih dengan ornamen-ornamen yang menarik. Lokasi ini mudah dijangkau dengan prasarana jalan yang beraspal dan suasana pedesaan yang menyegarkan . salah satu tradisi adat yang masih dilestarikan yaitu Wedi utah 

4.DESA WONOSADI, KECAMATAN NGAWEN
Desa Wisata Wonosadi terletak di Dusun Duren dan Sidorejo Desa Beji Kecamatan Ngawen kurang lebih 35 KM dari Wonosari. Nama Wonosadi sendiri sebenarnya adalah nama hutan yang terletak di lereng perbukitan di dua dusun tersebut. Hingga sekarang hutan ini masih sangat terjaga kelestariannya dan kaya berbagai flora dan fauna serta juga terddapat batu -batu alam berkuran besar yang konon merupakan hasil letusan Gunung Merapi Purba. Hal ini disebabkan adanya kepercayaan masyarakat yang merasa diberi wewenang dan tanggungjawab oleh pemilik hutan yaitu Pangeran Onggolotjo, seorang putra keturunan Majapahit.
Atraksi wisata yang bisa dinikmati di Desa Wisata Wonosadi antara lain :
Wisata spiritual, mengunjungi tempat sakral seperti Watu Gendhong, Kali Ndek, dan Sendang Karang Tengah.
Home industri kerajinan bambu
Upacara tradisional seperti rasulan, sadranan, mboyong dewi sri, midang, mantenan, puputan, mitoni, ruwtan (pada waktu tertentu).
Menikmati dan berlatih kesenian rinding gumbeng, kesenian khas Wonosadi yang dipercaya sebagai kesenian tertua di Jawa. . 


Sumber : www.gunungkidulkab.go.id
 
1.DUSUN BOBUNG , PUTAT, KECAMATAN PATUK

Hampir semua masyarakatnya mata pencahariannya pokoknya adalah menjadi perajin Topeng Kayu dan kerajinan batik kayu lainnya. Bobung juga sangat mudah dijangkau sarana lalulintas yang ada termasuk bus wisata. Wilayah Bobung Desa Putat, Kecamatan Patuk jaraknya hanya 10 KM arah timur kota Wonosari atau 30 KM arah timur kota Yogyakarta. Untuk menuju desa wisata ini juga tidak terlalu sulit , selain lokasi menuju desa ini sudah beraspal mulus juga dilalui angkutan umum . selain itu juga para wisatawan juga dapat menikmati udara segar lereng bukit pedesaan diantaranya tracking di Bukit Nglanggeran.

2. DUSUN GAROTAN, BENDUNG, KECAMATAN SEMANU

Terletak 25 KM utara dari kota wonosari atau 60 KM ke arah Timur dari Yogyakarta . Mudah dijangkau karena jalan menuju lokasi ini sudah beraspal dan kondisi lingkungan dengan rimbunnya pepohonan dan udara segar.Dusun Garotan terkenal dengan kerajinan khasnya berupa cor besi dalam bentuk lampu antik , kursi taman dan lain -lain . Suasana pedesaaan yang alami memungkingkan wisatawan untuk ikut merasakan kehidupan dipedasaan dengan ikut bercocok tanam , gotong royong dan lain -lain . 

3. DUSUN MOJO, DESA NGEPOSARI, KECAMATAN SEMANU
Merupakan sentra pengrajin batu putih dengan ornamen-ornamen yang menarik. Lokasi ini mudah dijangkau dengan prasarana jalan yang beraspal dan suasana pedesaan yang menyegarkan . salah satu tradisi adat yang masih dilestarikan yaitu Wedi utah 

4.DESA WONOSADI, KECAMATAN NGAWEN
Desa Wisata Wonosadi terletak di Dusun Duren dan Sidorejo Desa Beji Kecamatan Ngawen kurang lebih 35 KM dari Wonosari. Nama Wonosadi sendiri sebenarnya adalah nama hutan yang terletak di lereng perbukitan di dua dusun tersebut. Hingga sekarang hutan ini masih sangat terjaga kelestariannya dan kaya berbagai flora dan fauna serta juga terddapat batu -batu alam berkuran besar yang konon merupakan hasil letusan Gunung Merapi Purba. Hal ini disebabkan adanya kepercayaan masyarakat yang merasa diberi wewenang dan tanggungjawab oleh pemilik hutan yaitu Pangeran Onggolotjo, seorang putra keturunan Majapahit.
Atraksi wisata yang bisa dinikmati di Desa Wisata Wonosadi antara lain :
Wisata spiritual, mengunjungi tempat sakral seperti Watu Gendhong, Kali Ndek, dan Sendang Karang Tengah.
Home industri kerajinan bambu
Upacara tradisional seperti rasulan, sadranan, mboyong dewi sri, midang, mantenan, puputan, mitoni, ruwtan (pada waktu tertentu).
Menikmati dan berlatih kesenian rinding gumbeng, kesenian khas Wonosadi yang dipercaya sebagai kesenian tertua di Jawa. . 


Sumber : www.gunungkidulkab.go.id
Read more »

HOTEL-HOTEL DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL

HOTEL-HOTEL DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL  
 
Hotel Queen Of The South di Girijiati, Kecamatan Purwosari Telepon ( 0274) 367196, 367197
Hotel Rahayu di Girijati, Kec. Purwosari Telepon 081578865005
Hotel Atas di Girijati Kec. Purwosari Telepon 081578829047
Hotel Mitra Wisata di Girijati,Kecamatan Purwosari
Hotel Bukit di Girijati, Kecamatan Purwosari
Hotel Anisa di Girijati Kecamatan Purwosari
Hotel Carolina di Girijati Kecamatan Purwosari
Hotel Sidodadi di Girijati , Kecamatan Purwosari
Hotel Budi Inn di Girijati, Kec.Purwosari Telepon ( 0724) 367781
Hotel Puncak Pertama di Girijati, Kecamatan Purwosari
Hotel Putra Tanjung di Girijati, Kec. Purwosari
Hotel Arjuna di Girijati, Purwosari
Hotel Rukun di Girijati Kecamatan Purwosari
Hotel Wismasari Jl. Agus salim 01,Wonosari Telepon (0274)391602
Hotel Puri Damai Jl. Brigjen Katamso No.01 Wonosari telepon ( 0274) 391486
Hotel Sederhana Jl.Karangmojo Km.2 telepon (0274) 393299 


Sumber : www.gunungkidulkab.go.id 
Read more »

Trayek Angkutan Pedesaan



Pelaksanaannya berdasarkan pada Surat Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor 20/KPTS/2005 tentang Perubahan Lampiran Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor 207/KPTS/2002 tentang Penetapan Jaringan Trayek Angkutan Pedesaan di Kabupaten Gunungkidul, adapun jaringan trayek angkutan pedesaan di Kab.Gunungkidul terdiri dari :

JALUR 1         :     Wonosari– Duwet lewat Bin – Mijahan
                            Terminal Wonosari–Mijahan–Jonge–Wangen-Duwet PP
JALUR 2         :     Wonosari – Jonge lewat Semanu
                            Terminal Wonosari–Nitikan–Munggi Pasar–Jetis–Jonge PP
JALUR 3         :     Wonosari – Bintaos Lewat Semanu
                            Terminal Wonosari–Semanu–Sumur–Tunggul–Panggul–Ploso-Sumberwungu–Cari–Bintaos PP
JALUR 4         :     Wonosari – Jepitu lewat Giripanggung
                            Terminal Wonosari–Puskesmas Semanu-Tunggul-Panggul-Giripanggung–Jepitu PP
JALUR 5         :     Wonosari – Ponjong lewat Munggi
                            Terminal Wonosari–Semanu–Karangayu–Jetis–Karangmojo-Warungayu–Ponjong PP
JALUR 6         :     Wonosari – Baran lewat Ngenep - Pakel
                            Terminal Wonosari–Semanu–Sumur–Ngebrak–Semuluh-Dadapayu-Ngenep-Petir-Pringombo-Pakel-Baran PP
JALUR 7         :     Wonosari– Jepitu lewat Pucanganom
                            TerminalWonosari–Semanu–Ngeposari–Semuluh-Gombang-Kayangan-Pucanganom-Petir-Botodayaan-Jepitu PP
JALUR 8         :     Wonosari – Ponjong lewat Ngeposari
                            Terminal Wonosari–Semanu-Ngeposari-Sidorejo-Ponjong PP
JALUR 9         :     Wonosari – Songbanyu lewat Semuluh – Baran - Ngrancah
                            Terminal Wonosari–Semanu–Ngeposari–Semuluh–Gombang-Bedoyo–Baran–Ngrancah–Pucung– Sadeng–Songbanyu PP
JALUR 10       :     Wonosari – Jepitu lewat Pot Cucak–Baran - Ngrancah
                            Terminal Wonosari–Semanu–Ngeposari–Pakcucak-Bedoyo–Baran–Nglindur–Ngrancah–Tileng– Karangawen–Jepitu PP
JALUR 11       :     Wonosari – Jepitu lewat Tepus
                            Terminal Wonosari – Mulo – Mentel – Bintaos – Tepus -Purwodadi- Balong-Jepitu PP
JALUR 12       :     Wonosari – Kemiri lewat Keruk
                            Terminal Wonosari – Mulo – Mentel – Keruk – Kemiri PP
JALUR 13       :     Wonosari – Kemiri lewat Bintaos – Walikangin
                            Terminal Wonosari-Mulo-Mentel-Bintaos-Walikangin-Banjarejo-Padangan-Wonosobo-Kemiri PP
JALUR 14       :     Wonosari – Bintaos lewat Kemiri – Banjarejo
                            Terminal Wonosari – Mulo – Karangasem – Kemiri - Padangan-Banjarejo-Walikangin-Bintaos PP
JALUR 15       :     Wonosari– Ngrenehan lewat Singkil – Trowono
                            Terminal Wonosari – Siraman – Wareng – Sodo – Giring -Singkil-Monggol-Trowono-Kanigoro-Ngrenehan PP
JALUR 16       :     Wonosari – Baron
                            Terminal Wonosari-Mulo-Kemiri-Kemadang-Baron PP
JALUR 17       :     Wonosari – Paliyan lewat Pulutan – Grogol
                            Terminal Wonosari-Siraman-Pulutan-Wiyoko-Grogol-Paliyan PP
JALUR 18       :     Wonosari - Panggang – Giricahyo lewat Sodo – Paliyan
                            TerminalWonosari-Siraman-Sodo-Mulusan-Paliyan-Trowono-Jetis-Legundi-Panggang-Giripurwo-Giricahyo PP
JALUR 19       :     Wonosari – Paliyan lewat Pampang
                            Terminal Wonosari-Siraman-Wareng-Pampang-Paliyan PP
JALUR 20       :     Wonosari– Ngrenehan lewat Singkil – Kanigoro
                            Terminal Wonosari–Siraman–Sodo-Singkil-Planjan-Sumber-Ngrisik-Gedangklutuk-Kanigoro-Ngrenehan PP
JALUR 21       :     Wonosari – Playen lewat Pulutan – Wiyoko
                            Terminal Wonosari – Siraman - Pulutan-Wiyoko-Plembutan-Playen PP
JALUR 22       :     Wonosari – Menggora lewat Dengok
                            Terminal Wonosari – Siyono – Bogor – Playen – Dengok-Bleberan-Banyusoco-Menggora PP
JALUR 23       :     Wonosari– Menggora lewat Paliyan
                            Terminal Wonosari – Siyono – Playen– Grogol-Paliyan-Surulanang-Menggora PP
JALUR 23 A    :     Wonosari – Getas lewat Playen
                            Terminal Wonosari-Siyono-Bogor-Playen-Ngawu-Wonorejo-Getas PP
JALUR 24       :     Wonosari – Getas lewat Bandung – Gading
                            Terminal Wonosari – Siyono – Bandung – Gading - Banaran-Ngleri-Getas PP
JALUR 25       :     Wonosari – Playen lewat Gading
                            Terminal Wonosari-Siyono-Bandung-Gading-Tompak-Playen PP
JALUR 26       :     Wonosari – Karangtengah lewat Gading
                            Terminal Wonosari – Siyono – Gading – Beji – Ngijorejo - Gatak- Karangtengah PP
JALUR 27       :     Wonosari – Gedangsari lewat Sambipitu
                            Terminal Wonosari – Gading – Sambipitu – Nglegi - Sendowo-Nglipar PP
JALUR 28       :     Wonosari– Nglipar lewat Sambipitu
                            Terminal Wonosari-Gading-Sambipitu-Ngalang-Nglegi-Sendowo-Nglipar PP
JALUR 29       :     Wonosari– Ngoro oro lewat Beji – Pengok
                            Terminal Wonosari – Gading – Sambipitu – Kerjan - Beji-Pengok-Patuk-Ngoro-oro PP
JALUR 30       :     Wonosari – Semin lewat Nglipar – Nglebak
                            Terminal Wonosari–Karangtengah–Nglipar – Mengger - Nglebak-Wotgaleh-Beji-Kalilunyu-Bendung-Semin PP
JALUR 31       :     Wonosari – Sokoliman lewat Wotgaleh
                            Terminal Wonosari – Karangtengah – Nglipar – Kedungpoh-Wotgaleh-Ngeblak-Klayar-Kedungranti-Sokoliman PP
JALUR 32       :     Wonosari -  Semin  lewat Nnglipar – Blutak
                            Terminal Wonosari-Karangtengah-Nglipar-Kedungpoh-Natah-Beji-Ngawen-Blutak-Semin PP
JALUR 33       :     Wonosari– Semin lewat Nglipar – Bendung
                           Terminal Wonosari–Karangtengah – Nglipar – Kedungpoh - Beji-Ngawen-Widoro-Bendung-Semin PP
JALUR 34       :     Wonosari – Sokoliman lewat Grogol
                            Terminal Wonosari – Grogol – Bejiharjo – Gelaran - Gunungbang-Sokoliman PP
JALUR 35       :     Wonosari – Sokoliman lewat Ngawis
                            Terminal Wonosari – Ngawis – Karanganom - Munggur-Sokoliman PP
JALUR 36       :     Wonosari– Ponjong lewat Umbulrejo – Sumberjo
                            Terminal Wonosari –Karangmojo – Warungayu - Umbulrejo-Sumbergiri-Ponjong PP
JALUR 37       :     Wonosari – Tambakromo lewat Ponjong – Sumbergiri
                            TerminalWonosari – Karangmojo – Ponjong – Sumbergiri - Sawahan-Tambakromo PP
JALUR 38       :     Wonosari – Bedoyo lewat Ngipak – Kenteng
                            Terminal Wonosari – Kelor – Ngipak – Srimpi – Ponjong - Kenteng-Karangasem-Bedoyo PP
JALUR 39       :     Wonosari – Semin lewat Watu Sigar – Sambeng
                            Terminal Wonosari – Karangasem – Jatiayu – Watusigar - Ngawen-Sambeng-Pandanan-Blutak-Semin PP
JALUR 40       :     Wonosari – Semin lewat Kalialang
                           Terminal Wonosari-Karangmojo-Jatiayu-Kalialang-Semin PP

sumber : www.gunungkidulkab.go.id
Read more »

Share